Minggu, 15 Juli 2012

Makalah Kelompok Seni Rupa

TUGAS KETERAMPILAN
PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SD
2.jpg
Dosen Pembimbing :
Drs. Edi Siswanto, M.Pd

Disusun Oleh :
Kelompok 2
1.    Dita Dwi Astuti                               10141013
2.    Ida Yuniatin P.                                10141016
3.    Rizki Puspitasari                            10141019
4.    Anik Sunarsih                                 10141023
5.    Anisatul Mufatikhah                     10141024
6.    Resti Jasa Pertiwi                           10141029
7.    Revingko Della S.                           10141030
KELAS IV A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
IKIP PGRI MADIUN
2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang selalu dicurahkan kepada seluruh umat manusia sehingga kami dapat menyelesaikan tTugas Keterampilan ini tepat pada waktunya. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah pada junjungan kita, Rasulullah Muhammad saw, yang telah membawa kita pada indahnya cahaya alam.
Makalah ini disusun untuk mendukung proses belajar kami dalam mata kuliah “Pembelajaran Seni Rupa di SD”. Dalam penyelesaian makalah ini kami mengambil materi dari berbagai sumber reverensi. Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Drs. Edi Siswanto, M.Pd selaku dosen pembimbing kami yang telah memberi arahan dalam penyelesaian makalah ini.
Kami menyadari makalah ini masih kurang sempurna.Untuk itu kami mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun, guna penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat pada kami khususnya dan seluruh pembaca pada umumnya.

Madiun,           April 2012


Penyusun
 
 




PEMBAHASAN

A.       Pengertian Menggambar
Menggambar (Inggris : drawing) adalah kegiatan – kegiatan membentuk imajinasi dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat, bisa pula membuat tanda – tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar. Pelakunya populer dengan sebutan penggambar atau juru gambar (inggris: draftsman) yang merupakan salah satu bagian pekerjaan dari perupa.
Menggambar sedikit dibedakan dengan kegiatan melukis. Melukis bisa disebut sebagai tahap penyelesaian sebuah gambar dengan pigmen yang diberi medium cair  dan diaplikasikan dengan kuas. Sementara menggambar lebih menitikberatkan penggunaan garis dan komposisi.
Menggambar mempunyai pengertian suatu usaha mengungkapkan  dan mengkomunikasikan pikiran, ide / gagasan, gejolak / perasaan maupun imajinasi dalam wujud dwimatra yang bernilai artistik dengan menggunakan garis dan warna. Dalam hal ini menggambar mengutamakan kegunaan sedangkan melukis mengutamakan ekspresi.
Seni menggambar merupakan karya seni rupa yang paling mudah dan cepat untuk dihasilkan dengan goresan – goresan yang berbekas pada suatu permukaan misalnya pensil untuk kertas atau benda – benda tajam untuk dinding gua pada masa lampau.

B.       Media Menggambar
Yang sering digunakan adalah pensil grafit, pena, krayon, pensil warna, kuas tinta, pensil konte, cat air, cat minyak, pastel, dan spidol. Bisa pula dengan peralatan digital seperti stylus, mouse, atau alat lain yang menghasilkan efek sama seperti peralatan manual. Media permukaan yang sering digunakan adalah kertas, meskipun tidak menutup kemungkinan pula digunakannya media lain seperti kain, permukaan kayu, dinding, dan lain-lain. Sebagai peralatan pendukung, digunakan pula penyerut pensil, kertas pasir, penghapus khusus, chamois, penggaris, larutan fixatif, dan selotip khusus menggambar untuk membuat efek-efek tertentu. Meja gambar digunakan untuk mengurangi distorsi dan kesalahan perspektif akibat ketidaknormalan posisi mata saat menggambar.
·         Pensil
 Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu.
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/57946_157236830958725_149592431723165_560918_18939_n.jpg 
Pensil
·         Pena
Pena adalah alat tulis yang menggunakan tinta. Ada berbagai warna tinta pen, yang paling umum adalah biru, hitam, dan merah. Ada berbagai macam pen, di antaranya pulpen, pena bulu, dan spidol. Pena berbeda dari pensil karena tintanya tidak dapat dihapus, meski bisa ditutupi menggunakan tip-ex.
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/46814_157237144292027_149592431723165_560919_4243958_n.jpg 
Pena ballpoint (bolpen)
·         Krayon
Krayon adalah peralatan gambar yang dibuat dari lilin berwarna, air, dan talk atau kapur. Krayon banyak digunakan oleh anak-anak untuk menggambar, dan seniman juga menggunakannya.
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/40990_157459554269786_149592431723165_561937_2352953_n.jpg 
Salah satu jenis krayon
·         Cat air
Cat air atau populer juga dengan sebutan aquarel adalah medium lukisan yang menggunakan pigmen dengan pelarut air dengan sifat transparan. Meskipun medium permukaannya bisa bervariasi, biasanya yang digunakan adalah kertas. Selain itu bisa pula papyrus, plastik, kulit, kain, kayu, atau kanvas. Secara umum, cat air digunakan karena sifat transparansinya. Gouache adalah medium sejenis yang tidak transparan. Hasil karya lukisan cat air biasanya bersifat sangat ekspresif, atau sebaliknya sangat impresif, tergantung teknik yang digunakan.
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/59075_157462417602833_149592431723165_561944_2328805_n.jpg 
Cat air

·         Cat minyak
Cat Minyak adalah cat yang terdiri atas partikel-partikel pigmen yang disuspensi dengan media minyak.
 http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/47719_157464050936003_149592431723165_561947_5130100_n.jpg 
Lukisan yg memakai cat minyak
·         Pastel
Pastel , atau yang dikenal dgn oil pastel, adalah serbuk yang direkatkan dengan arabic gum dan dibentuk menjadi batangan-batangan yang rapuh. Jika digosokkan ke kertas yang cukup kasar, ikatan tersebut akan lepas dan serbuk warna akan menempel ke kertas.        
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/59373_157464820935926_149592431723165_561955_203502_n.jpg
Salah satu jenis pastel


Anda sebaiknya mengetahui ciri / karakteristik media (alat dan bahan) untuk menggambar dan melukis serta mencoba membuat gambar maupun lukisan dengan bahan dan alat sebagai berikut :
1.      Kertas
Bermacam-macam kertas dapat dipilih untuk menggambar seperti kertas licin, kertas kasar, kertas serap, kertas tebal, kertas tipis, dan sebagainya. Tidak setiap kertas cocok dengan setiap alat. Kadang-kadang dipilih kertas yang licin agar pena dapat meluncur dengan mudah, sedangkan pada kesempatan yang lain menghendaki sedikit hambatan, maka dipilih kertas yang kasar.
Ada tiga jenis kertas dasar antara lain:
a.       Kertas buram seperti kertas stensil atau kertas Koran untuk surat kabar, ukuran kuarto atau selebar Koran.
b.      Kertas putih dan tipis (HVS)
c.       Kertas gambar yang baik dengan tebal yang bermacam-macam, dalam lembaran, gulungan, atau bentuk buku
2.      Alas Gambar
Alas gambar dapat menggunakan tripleks, papan kayu, atau karton yang tebal.
3.      Bahan dan Alat Gambar
§  Pensil ada yang keras, sedang, dan ada yang lembut tidak banyak memberi kedalaman.
§  Konte merupakan alat yang lunak, cocok untuk menggambar terang dan gelap. Garisnya hitam seperti beledu, kesannya kusam dan kasar dari pada garis potlot meskipun dibuat tebal, tidak ada kilauan logam seperti pensil.
§  Pastel adalah sejenis kapur yang mempunyai daya perekat kuat disbanding kapur. Sifat pastel dapat menutup warna lain dan dapat pula untuk percampuran warna tertentu, penggunaanya seperti kapur.
§  Krayon bentuk dan warnanya menyerupai pastel, namun banyak mengandung lilin atau lemak. Sifat krayon mempunyai daya rekat tinggi, oleh sebab itu, sulit dihapus dan sulit dicampur dengan warna-warna lain.
§  Pena sebagai alat menggambar ada bermacam-macam bentuk ujungnya, dan tinta sebagai bahan/ media ungkapnya ada yang cair dan ada yang kental.
§  Bolpoin, spidol, pulpen, mempunyai bermacam-macam warna.

C.       Macam – macam Menggambar
1.    Menggambar Ekspresi
Menggambar ekspresi adalah usaha mengungkapkan dan mengkomunikasikan pikiran, ide/gagasan, gejolak perasaan/ emosi serta imajinasi dalam wujud dwimatra yang bernilai artistic dengan menggunakan garis dan warna. Unsure yang menonjol adalah garis. Seluruh kontur maupun isian warna berupa garis. Ungkapan tersebuit sangat pribadi, sehingga gambar yang dihasilkan menunjukkan kreativitas maupun ketrampilan sesuai dengan diri penggambar.
2.    Menggambar Bentuk
Menggambar bentuk merupakan usaha mengungkapkan dan mengkomunikasikan pikiran, ide/gagasan, gejolak perasaan/ emosi serta imajinasi dalam wujud dwimatra yang bernilai artistic dengan menggunakan garis dan warna. Hasil gambarannya menunjukkan kreativitas maupun ketrampilan penggambar dalam menampilkan ketepatanbentuk maupun jenis benda yang digambar.
3.    Menggambar ilustrasi
Ilustrasi berasal dari kata bahasa Belanda yaitu ilustratie, yang artinya hiasan dengan gambar/ pembuatan sesuatu yang jelas. Ilustrasi dapat dilihat pada karya cetak maupun dalam buku-buku, yang fungsinya menambah kejelasan pada buku bacaan atau menhiasi buku. Bermacam-macam gambar, seperti karikatur, gambar manusia, binatang, diagram, foto dan bagan yang terdapat dalam buku pelajaran biologi, sejarah, bahasa maupun dalam majalah atau buku ceritera termasuk ilustrasi.

Gambar ilustrasi dapat dikatakan sebagai alat bantu untuk memberikan kejelasan suatu isi naskah.  Berbagai ilustrasi antara lain:
a.    Ilustrasi pada buku pelajaran
·         Hubungan listrik secara seri yakni kutub positif dihubungkan dengan kutub negative.
·         Hubungan listrik secara paralel yakni kutub positif dihubungkan dengan kutub positif.
b.      Karikatur
Karikatur bermula dari kata “caricature” (italia) berate melebih-lebihkan atau menambah daya. Maksudnya karikatur adalah melebih-lebihkan atau mendistorsi karakter seseorang dengan lucu dan aneh. Karikatur masuk dalam kartun. Karikatur hanya berhasrat menapilkan suatu objek manusia, dengan cara melebih-lebihkan cirikhasnya. Karikatur tidak ingin bercerita seperti kartun.
c.       Gambar Kartun
Kata “cartoon” semula digunakan untuk menyebutkan “desain” atau “sketsa” yakni, corat-corat awal yang  banyak dibuat oleh para pelukis. Pada tahun 1841, di London dibangun istana Westminster ( tempat majelis parlemen). Saat itu Pangeran Albert mengadakan sayembara membuat desain kartun untuk merancang fresco di tembok gedung tersebut. Ternyata banyak desai kartun yang terkumpul bentuknya lucu dan aneh. Karenanya sangat geli, John Leech memuatnya dimajalah “PUNCH” dengan nada sindiri yang berjudul “Cartoons”.

D.       Menggambar Imajinasi
Mata pikiran mampu melihat  pandangan yang mendalam yang tidak terbatas pada tempat dan saat yang sekarang saja. Mata pikiran dapat membentuk, memanipulasi dan mentransformasikan imej di luar batas – batas waktu dan ruang yang normal. Walaupun demikian, imej – imej tersebut seringkali hanya samar – samar dan sulit ditangkap, dan sangat mudah hilang tanpa kita sadari.
Untuk dapat menggambarkan apa yang kita khayalkan, kita memanfaatkan kemampuan kita untuk berpikir secara visual dan memberi bentuk pada pemikiran dan ide – ide kita. Imej yang telah digambar tersebut, memberi umpan balik pada mata pikiran, selanjutnya merangsang imajinasi kita, dan menimbulkan dialog antara diri kita dan imej tersebut untuk pengeksplorasian dan pengembangan ide – ide selanjutnya. Jadi, menggambar berdasarkan imajinasi adalah sebuah instrumen pikiran yang mendorong terjadinya proses kreatif.
*      IMAJINASI
Berimajinasi adalah membentuk imej mental tentang sesuatu yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera. Dengan sangat mudah, hampir tanpa usaha sama sekali, segera setelah disebutkan. Anda dapat membayangkan sesuatu. Saat anda membaca kata – kata berikut ini, dengan mudah anda dapat memvisualisasikan.
§  ORANG, misalnya teman dekat atau anggota keluarga, seorang penyiar TV, atau seorang tokoh dari sebuah novel.
§  TEMPAT, misalnya kamar tidur kamar kanak – kanak, jalan dimana Anda tinggal, atau sebuah kamar tidur yang diuraikan dalam sebuah buku.
§  BENDA, misalnya sebuah segitiga atau bujur sangkar, sebuah balon yang sedang melayang di udara, atau jam tua milik kakek.
§  KEGIATAN, misalnya kegiatan mengendarai sepeda, melempar bola baseball, atau memakan roti.
§  KEJADIAN, misalnya sebuah kubus yang berputar dalam ruang, bola yang meluncur menuruni tebing, atau seekor burung yang bersiap terbang.

*      MEMBUKA KEMBALI INGATAN VISUAL
Imajinasi dibentuk berdasarkan ingatan visual dari persepsi yang telah lampau. Jadi semakin banyak yang telah kita lihat dan alami dengan cara yang mengesankan, semakin kaya perbendaharaan imej visual kita dan akhirnya semakin banyak imajinasi kita.
Dengan pandangan ke belakang, kita dapat memvisualisasikan ingatan tentang bermacam – macam benda, tempat, dan kejadian dari masa lalu. Dengan pandangan ke depan, kita dapat melihat ke masa depan dan menggunakan imajinasi kita untuk mengkhayalkan kemungkinan – kemungkinan yang akan terjadi di kemudian hari. Oleh karena itu, imajinasi memungkinkan kita untuk mengenal sejarah seperti halnya merencanakan masa depan. Imajinasi menciptakan berbagai hubungan – jembatan – jembatan visual antara masa lalu, sekarang, dan masa depan.
*      MENGGAMBAR BERDASARKAN IMAJINASI
             Kita semua mempunyai kemampuan untuk berimajinasi, beripikir dalam imej, dan menduga apa yang akan terjadi. Kenyataannya, kita menggunakan  proses membuat imej ini secara aktif dalam kegiatan sehari – hari dan untuk memperoleh banyak keterampilan kita. Pikiran kita mempunyai bentuk visual ketika kita membuat sebuah lemari dari satu kumpulan gambar, mengevaluasi pola letak buah catur di atas papan catur, atau mencari konstelasi bintang di langit malam hari. Kemampuan membuat imej dan pemikiran kreatif & tindakan yang disebabkannya tidaklah terbatas pada beberapa orang yang berbakat saja. Kemampuan tersebut ada pada kita semua.
             Untuk beberapa orang, imej – imej yang ada pada mata pikiran dapat tampak jelas, terkendali, dan dimanipulasi. Tapi lebih sering imej – imej itu tampak kabur, tidak jelas, dan seperti ilusi. Bahkan walaupun wujudnya jelas dan tegas; imej tersebut dapat tiba – tiba muncul ke pikiran dan dalam seketika hilang kembali. Imej tersebut dengan mudah hilang tanpa disadari dan digantika oleh imej lain dalam aturan bawah sadar, kecuali jika ditangkap dalam gambar.


DAFTAR PUSTAKA

Ching, Francis D.K. 2002. Menggambar suatu proses kreatif. Jakarta : Erlangga
Kamaril, Dr. Cut, dkk. 2002.  Pendidikan Seni Rupa / Kerajinan Tangan. Jakarta : Universitas Terbuka
Syafii, M.Pd, Dr. , dkk. 2005. Materi dan Pembelajaran Kertakes SD. Jakarta : Universitas Terbuka
http://andysenibudaya.blogspot.com/2009/06/pengertian-menggambar.html (Diakses pada Rabu, tanggal 18 april 2012 pukul 13:05)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar